Kerajaan Palembang

Kerajaan Palembang
Ibu negaraKota Palembang
Bahasa yang umum digunakanBahasa Melayu Kuno
Agama
Islam (mayoriti), Buddha, Hindu
KerajaanMonarki
Era SejarahAkhir Kerajaan Majapahit
• Berdiri
1025
• Berganti menjadi Kesultanan Palembang
1659
Didahului oleh
Diganti oleh
Kerajaan Sriwijaya
Kesultanan Palembang
Sekarang sebahagian dariSumatra Selatan, Indonesia

Kerajaan Palembang adalah sebuah kerajaan berlatar belakangkan Islam yang didirikan antara tahun 1547 dan berpusat di Kota Palembang. Kerajaan ini merupakan sisa dari Kedatuan Sriwijaya yang runtuh setelah Invasi Chola[1]. Sebelumnya, kerajaan ini menjadi vasal Majapahit, di mana penguasanya pada abad ke-15 yang bernama Ario Damar memeluk Islam seiring dengan penyebaran agama Islam di wilayah Sumatra[2]. Pada masa pemerintahan Raden Fatah sebagai sultan Demak I (1478 - 1518), kekuasaannya diperluas dan menjadikan Demak sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa. Namun, kesultanan Demak tidak dapat bertahan lama karena terjadi perang saudara setelah Pangeran Trenggono, Sultan Demak III, putra Raden Fatah meninggal dunia. Hal ini menyebabkan kekacauan dan pertarungan kekuasaan antara saudara dan anaknya. Beberapa bangsawan Demak melarikan diri kembali ke Palembang.

Rombongan dari Demak yang terdiri dari 80 Kepala Keluarga ini dipimpin oleh Pangeran Sedo Ing Lautan (1547 - 1552) menetap di Palembang Lama (1 ilir) yang saat itu Palembang diperintah oleh Dipati Karang Widara, keturunan Demang Lebar Daun. Mereka mendirikan Kerajaan Palembang yang berpegang kepada agama Islam serta mendirikan Istana Kuto Gawang dan Masjid di Candi Laras (PUSRI sekarang). Kemudian pada tahun 1659, Susuhanan Abdurrahman menyatakan dirinya sebagai Sultan Palembang Darussalam setelah menerima restu dari Sultan Ottoman[3].

Rujukan

  1. ^ M.Hum, Kabib Sholeh, S. Pd; M.Pd, Sukardi; M.Si, Dina Sri Nindiati, S. Pd; M.Pd, Aan Suriadi; S.Pd, Wandiyo; M.M, Ahmad Zamhari, S. Pd; S.Pd, Yusup, S. Pd, Esi Apriani; S.Pd, Febi Oktaviani; S.Pd, Siti Aisyah (2022-09-01). SEJARAH DAN PERADABAN SUNGAI MUSI PALEMBANG. Penerbit Lakeisha. ISBN 978-623-420-377-6.
  2. ^ Arnold, Prof Dr Thomas W. (2019). Sejarah Lengkap Penyebaran Islam. IRCiSoD. ISBN 978-602-7696-90-7.
  3. ^ M.Pd, Dr Muhamad Idris; M.Pd, Eva Dina Chairunisa; S.Pd, Riki Andi Saputro; S.Pd, Ana Mardiana; S.Pd, Rulli Anisa; S.Pd, Reyvaldy Uyun; S.Pd, Fatma Dwi (2021-11-01). KAJIAN NILAI-NILAI PLURALISME SEJARAH KEBUDAYAAN PALEMBANG. Penerbit Lakeisha. ISBN 978-623-5536-66-8.